Pendahuluan
Saya masih ingat malam itu. Jam 2 pagi, HP bunyi — client panik karena VM production mereka gagal booting setelah resize disk di Virtulizor. Satu-satunya yang muncul di console cuma prompt grub rescue> dengan pesan error yang bikin jantung copot: “no such partition”.
Setelah 3 tahun handle ratusan VM di Virtulizor, saya bisa bilang ini: data Anda tidak hilang. Ini cuma kerusakan tabel partisi. Masalah peta, bukan isinya. Ikuti panduan ini dan VM Anda akan balik normal — tanpa kehilangan satu file pun.
Gejala & Error Message
VM gagal booting setelah proses resize disk. Console berhenti di prompt:
error: no such partition
Entering rescue mode...
grub rescue>
Di prompt grub rescue>, ketika Anda ketik ls, output maksimal cuma begini:
grub rescue> ls
(hd0) (hd0,msdos1) (hd0,msdos2)
Atau bahkan lebih parah — cuma (hd0) tanpa sub-partisi sama sekali. Sub-partisi kayak msdos1 atau gpt1 hilang total.
Root Cause: Kenapa Ini Terjadi
Berdasarkan pengalaman saya handle puluhan kasus serupa, ini terjadi karena proses resize disk di Virtulizor menggantung atau gagal di tengah jalan.
Begini analoginya: bayangkan Anda lagi memperlebar jalan yang sudah ada mobil parkir di pinggirnya. Proses perlebaran melibatkan penulisan ulang marka jalan (tabel partisi). Nah, kalau proyek perlebaran ini gagal di tengah — entah karena timeout, I/O overload storage node, atau hypervisor crash — yang terjadi adalah:
- Marka jalan (tabel partisi MBR/dos) runtuh — kacau atau tidak terbaca sama sekali.
- Tapi mobil-mobil parkir (data di filesystem ext4) masih utuh di tempatnya masing-masing.
- Yang perlu diperbaiki cuma marka jalannya — yaitu tabel partisi.
💡 Pro Tip: Sebelum panik dan mikir format ulang, selalu ingat kalimat ini: “Ini bukan filesystem corrupt, ini tabel partisi kacau.” Format = data hilang. Rebuild tabel partisi = data aman.
Langkah 1: Aktifkan Rescue Mode
Dari panel Virtulizor, masuk ke VM yang bermasalah, klik tombol Rescue → Enable Rescue Mode. Pilih ISO distribusi yang sesuai dengan OS VM Anda (CentOS/AlmaLinux/Rocky/Debian/Ubuntu).
Setelah rescue mode aktif, masuk via Console di panel Virtulizor. Di environment rescue, disk asli VM biasanya muncul sebagai /dev/vdb, bukan /dev/vda (yang itu ISO rescue).
fdisk -l /dev/vdb
Kalau output-nya bilang “doesn’t contain a valid partition table” — good news. Itu artinya sesuai dugaan: tabel partisi rusak, data masih aman.
Langkah 2: Verifikasi Data Masih Utuh
Ini langkah paling krusial yang sering dilewatin orang. Jalankan:
wipefs /dev/vdb
Output yang diharapkan:
DEVICE OFFSET TYPE UUID LABEL
vdb 0x438 ext4 a1b2c3d4-...
vdb 0x400 ext4 a1b2c3d4-...
Arti output ini: signature filesystem ext4 masih terdeteksi. Ini adalah bukti bahwa data Anda masih utuh walau tabel partisi rusak.
⚠️ WARNING: JANGAN jalankan wipefs -a /dev/vdb. Flag -a artinya “all” — dia akan menghapus SEMUA signature filesystem. Data Anda benar-benar hilang permanen. Saya pernah lihat engineer junior lakukan ini dan akibatnya fatal.
Langkah 3: Rebuild Tabel Partisi
Sekarang kita bangun ulang tabel partisi-nya. Do this carefully:
fdisk /dev/vdb
Di dalam sesi fdisk, ikuti langkah ini persis:
| # | Perintah | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | g |
Buat tabel partisi GPT baru (hapus MBR/dos yang rusak) |
| 2 | n |
Buat partisi baru |
| 3 | 1 |
Nomor partisi: 1 |
| 4 | Enter |
First sector — biarkan default (2048) |
| 5 | Enter |
Last sector — biarkan default (pakai seluruh disk) |
| 6 | w |
Tulis perubahan ke disk |
⚠️ KRUSIAL: Setelah Anda tekan w, fdisk akan mendeteksi signature ext4 dan bertanya:
Do you want to remove the signature? [Y/N]
Jawab: N (No). Jangan pernah jawab Y. Y = hapus metadata filesystem = data hilang. Saya ulangi: jawab N.
💡 Pro Tip: Kalau tangan Anda reflek jawab Y… jangan panik dulu. Selama belum ada operasi write lanjutan ke disk, coba pakai
testdiskatauext4magicuntuk recovery. Tapi prosesnya 10x lebih ribet daripada jawab N dari awal.
Langkah 4: Repair & Ekspansi Filesystem
4.1 Cek Partisi Baru
fdisk -l /dev/vdb
Pastikan /dev/vdb1 muncul. Kalau iya, kita lanjut.
4.2 Repair Filesystem
e2fsck -fp /dev/vdb1
Flag -fp = force check + auto-repair. Biarkan e2fsck membereskan inkonsistensi yang timbul akibat rebuild tabel partisi. Biasanya cuma butuh beberapa detik sampai 2 menit, tergantung ukuran disk.
4.3 Resize Filesystem
Perluas filesystem ke kapasitas baru disk (ini alasan kenapa Anda resize dari awal):
resize2fs /dev/vdb1
Verifikasi ukuran final:
resize2fs -P /dev/vdb1
Langkah 5: Reinstall GRUB
5.1 Mount & Chroot
mount /dev/vdb1 /mnt
for i in /dev /dev/pts /proc /sys /run; do mount -B $i /mnt$i; done
chroot /mnt
5.2 Install GRUB
CentOS / AlmaLinux / Rocky Linux (RHEL family):
/usr/sbin/grub2-install /dev/vdb
/usr/sbin/grub2-mkconfig -o /boot/grub2/grub.cfg
Debian / Ubuntu:
grub-install /dev/vdb
update-grub
5.3 Verifikasi
grub2-install --version
ls -l /boot/grub2/grub.cfg
5.4 Cleanup & Reboot
exit
umount -R /mnt
Kembali ke panel Virtulizor, Disable Rescue Mode, lalu Reboot VM.
Verifikasi Akhir
Setelah reboot, cek hal-hal berikut:
| Item | Cara Cek | Hasil yang Diharapkan |
|---|---|---|
| Boot normal | Lihat console | Login prompt muncul, ga ada grub rescue |
| Disk capacity | lsblk |
Root partition sesuai ukuran baru (misal 90GB) |
| Filesystem usage | df -h / |
Persentase jauh turun — plong dari 95% ke 40% |
| Bootloader test | Reboot VM | Tidak muncul error GRUB |
FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul
Q: Kalau sudah jawab Y di prompt “remove signature” tadi, masih bisa diselamatkan?
A: Bisa, tapi jauh lebih susah. Tools-nya: testdisk (scan signature filesystem) atau ext4magic (recover dari journal). Tapi success rate-nya ga 100%. Makanya saya tekankan berkali-kali: jawab N.
Q: Kenapa tabel partisi pakai GPT bukan MBR/dos?
A: GPT lebih modern, mendukung disk >2TB, dan punya backup table di akhir disk. Kalau primary GPT corrupt, backup bisa dipakai. MBR/dos tidak punya fitur ini.
Q: Apakah prosedur ini berlaku untuk semua distro?
A: Iya, untuk bagian rebuild partisi dan filesystem repair. Yang beda cuma perintah GRUB-nya: CentOS/RHEL pakai grub2-install, Debian/Ubuntu pakai grub-install. Pastikan Anda chroot ke environment yang benar sebelum install GRUB.
Q: Berapa lama proses ini total?
A: Tergantung ukuran disk. Untuk disk 50-100GB: rebuild partisi 2 menit, e2fsck 1-5 menit, resize2fs 1-5 menit, GRUB install 1 menit. Total 5-15 menit. Kalau disk 500GB+, e2fsck dan resize2fs bisa 20-30 menit.
Q: Apa yang harus dihindari saat resize disk di Virtulizor supaya ini tidak terjadi lagi?
A: Tiga hal: (1) jangan resize saat VM sedang high I/O, (2) pastikan storage node Virtulizor tidak overload, (3) kalau bisa, shutdown VM dulu sebelum resize — cold resize jauh lebih aman daripada hot resize.
Related Issues
Kalau artikel ini membantu, Anda mungkin juga butuh panduan berikut:
- VM stuck di emergency mode setelah kernel update — beda gejala tapi mirip recovery pattern
- LVM extension di CentOS/RHEL — kalau partisi Anda pakai LVM, prosedurnya beda
- Migrasi VM antar hypervisor tanpa downtime — alternatif kalau resize terlalu risky
Kesimpulan
Grub rescue “no such partition” setelah resize disk di Virtulizor KVM bukan bencana. Ini cuma tabel partisi yang kacau. Ikuti 5 langkah di atas — rescue mode, verifikasi data, rebuild partisi, repair filesystem, reinstall GRUB — dan VM normal kembali.
Satu-satunya titik berbahaya adalah saat fdisk tanya “remove signature?” — jawab N, dan data Anda 100% aman.
Kalau Anda ketemu variasi kasus yang ga tercakup di sini, atau masih stuck setelah ikuti semua langkah, tinggalkan komentar. Saya biasa cek daily.