• Indonesian
  • English
  • Fix cPanel Disk Usage Warning: Panduan Lengkap 2026

    Kecepatan:
    ⏱ 13 min read

    Tolong ya, berhenti ngirim email warning yang itu-itu terus. Bukan maksudku benci email, tapi kalau subject-nya lagi-lagi "Disk Usage Warning", rasanya pengen nutup mata. Sepanjang karirku sebagai NOC engineer, email ini udah masuk inbox ratusan kali. Dan hampir selalu, akar masalahnya gak pernah beneran diberesin.

    Itulah yang bikin aku gemas. Warning itu bukan musuh. Musuh aslinya adalah kebiasaan nge-ignore disk usage sampai mentok. Pas akhirnya ngecek, disk udah full parah. Email numpuk di queue, MySQL gak bisa nulis, backup harian gagal mulu, dan website client mulai melambat. Semua itu sebenarnya bisa dicegah kalau dari awal dihandle bener-bener.

    Artikel ini bukan tentang gimana cara ngilangin warning-nya biar inbox kalian adem. Itu mah cuma nutupin gejala, dan sebentar lagi balik lagi. Aku mau nunjukin cara fix cPanel disk usage warning dari akar masalahnya – lengkap dengan command-command yang bisa langsung kalian jalanin. Baca sampai habis, terus simpen. Karena jujur aja, kalian bakal butuh ini lagi. Semoga nggak, tapi ya.

    Difficulty: Intermediate
    Last Updated: Agustus 2026
    Tested On: cPanel 110.x (AlmaLinux 8) dengan CloudLinux LVE

    Apa Sebenarnya yang Terjadi di Balik cPanel Disk Usage Warning?

    Oke, kita bedah dulu. cPanel punya sistem quota per account. Setiap account di server punya kuota disk sendiri, yang biasanya diatur di WHM – Home > Account Functions > Quota Modification. Kalau pemakaian udah melewati persentase tertentu – umumnya 80% buat partisi server dan 90% buat quota account – cPanel bakal kirim email otomatis ke contact email yang didaftarin. Email itu isinya kira-kira gini:

    contoh email fix cPanel disk usage warning

    Subject: Disk Usage Warning - site-lama-client.com (server-01)
    
    Your account has reached 92% of its disk space allowance.
    You may not be able to write files until you free up some disk space.
    
    Please review your disk usage and remove any unnecessary files.
    

    Baca pelan-pelan baris itu: "You may not be able to write files". Itu bukan ancaman kosong. Itu fakta. Kalau quota mentok, account masuk kondisi "over quota", dan di situ server bakal nolak nulis file baru – termasuk email yang masuk, session login, cache plugin, dan file yang lagi di-upload client. Bayangin client lagi upload produk baru di toko online-nya, terus gagal terus-terusan tanpa tau alasannya. Nah, itu.

    Dan kalau yang penuh bukan cuma quota account, tapi partisi root atau partisi /home itu sendiri, dampaknya lebih parah lagi. MySQL kadang nolak nulis, exim mail queue numpuk, cron job gagal, cPanel sendiri error pas update, dan yang paling serem – log system bisa ikut gak kebaca karena gak ada space. Kalau udah sampe situ, server bisa bener-bener down, dan buat NOC, itu artinya satu lagi malam tanpa tidur.

    Yang sering gak disadari banyak orang: warning ini biasanya muncul jauh sebelum disk bener-bener full. cPanel itu cukup sabar. Tapi karena mayoritas orang nge-ignore, yang tadinya warning jam 9 pagi berubah jadi "server down" jam 9 malam. Ironisnya, semua itu cuma butuh 30 menit buat dibersihin kalau tau caranya. Itulah kenapa aku nulis panduan ini – biar kalian gak ngalamin itu.

    Sebelum Bersih-Bersih: Konfirmasi Dulu Kondisi Disk

    Jangan asal hapus. NOC yang baik selalu punya data sebelum eksekusi. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah konfirmasi kondisi aktual disk, baik di level sistem maupun di level account. Karena percaya deh, kadang angka di email warning sama angka aslinya beda, dan kadang malah ada partisi lain yang lebih parah daripada yang disorot cPanel.

    Cek Partisi dan Inode di Level Sistem

    Login SSH dulu, terus jalanin dua command ini:

    df -h
    df -i

    Command pertama nunjukin pemakaian disk dalam format yang mudah dibaca, command kedua nunjukin pemakaian inode. Output-nya kira-kira gini:

    Filesystem      Size  Used Avail Use% Mounted on
    /dev/vda1       100G   92G  8.0G  92% /
    /dev/vda2        50G   45G  4.1G  90% /home
    tmpfs           3.9G     0  3.9G   0% /dev/shm

    Perhatiin kolom Use%. Di sini bisa kita lihat partisi / udah 92% dan /home 90%. Kalau yang merah partisi / (root), biasanya biang keroknya log, backup lokal di /backup, dan package manager cache. Kalau yang penuh /home, berarti file-file account (email, database, file website) yang numpuk.

    Nah, ada satu hal yang sering dilupain orang: inode. Disk bisa kelihatan masih longgar, tapi kalau inode habis, server tetep gak bisa nulis file baru. Cek baris IUse% di output df -i. Kalau udah di atas 90%, berarti ada terlalu banyak file kecil-kecil – biasanya isi folder cache, session files di /tmp, atau email. Kita bakal bahas ini lagi nanti.

    Cek Quota dan Pemakaian per Account

    Setelah tau kondisi partisi, sekarang kita zoom ke level account. Di WHM, buka Home > Home Directory > Disk Usage, atau di command line kita bisa pakai perintah quota:

    whmapi1 get_quota_info user=client-a
    repquota -a

    repquota bakal nunjukin pemakaian semua user sekaligus, lengkap dengan batasannya. Dari sini kita bisa langsung lihat account mana yang paling banyak makan space. Percaya deh, di server yang ngehost banyak client, hampir selalu ada satu atau dua account yang tiba-tiba naik gila-gilaan dalam seminggu. Itu pola yang harus ditelusuri, bukan cuma dinaikin kuotanya tanpa alasan jelas.

    Temukan Biang Kerok: Apa yang Makan Space?

    Oke, sekarang masuk ke bagian yang paling penting. Setelah kita tau partisi mana yang penuh dan account mana yang paling besar, kita harus menemukan file atau folder spesifik yang jadi biang kerok. Di sini banyak orang nyerah, karena "disk penuh" itu abstrak – mana mungkin manual cek file satu-satu. Tenang, ada command-nya.

    Scan Direktori Terbesar per Account

    Command di bawah ini bakal nunjukin folder mana aja yang paling besar di dalam home directory, diurutkan dari yang terbesar:

    du -sh /home/client-a/* | sort -rh | head -20

    Output-nya bakal terlihat kurang lebih begini:

    12G	/home/client-a/public_html/wp-content
    8.1G	/home/client-a/cpbackup
    5.4G	/home/client-a/mail
    2.2G	/home/client-a/.trash
    1.4G	/home/client-a/tmp

    Perhatiin baris pertama: 12G di wp-content. Kalau ada site WordPress, hampir pasti sebagian besar file di folder itu bukan yang penting – itu file backup plugin yang numpuk, log plugin, dan cache. Folder cpbackup juga sering jadi biang kerok karena nyimpen backup lama cPanel yang gak pernah dibersihin.

    Cari File Besar di Seluruh Sistem

    Kalau yang penuh bukan cuma quota account tapi partisi root, kita perlu nyari file gede di seluruh sistem. Command ini butuh beberapa menit tergantung besar disk, tapi hasilnya worth it:

    find / -xdev -type f -size +500M -exec ls -lh {} ; 2>/dev/null | sort -k5 -rh | head -30

    Ini bakal nge-list semua file di atas 500MB. Dari hasil ini, biasanya kita nemu hal-hal gila kayak error_log yang ukurannya 8GB (iya, beneran bisa), dump database lama, atau file video yang ditaro client di public_html – iya, itu juga sering.

    Tabel Diagnosa Cepat: Biang Kerok, Lokasi, dan Solusi

    Biar lebih gampang, aku rangkum dalam tabel. Ini hasil pengalaman bertahun-tahun handle server cPanel:

    Biang Kerok Lokasi Ciri Solusi
    Backup lama /backup, /home/user/cpbackup File .tar.gz besar, tanggal lama Rotate dan hapus backup yang gak dipakai
    Log Apache /usr/local/apache/logs/ error_log sama access_log bisa sampe GB Truncate atau logrotate
    Cache dan temp /tmp, /var/tmp, wp-content/cache Banyak file kecil, inode tinggi Clear cache, hapus temp lama
    Email dan attachment /home/user/mail/ Mailbox gede, attachment numpuk Rapikan mailbox, hapus email lama
    Trash cPanel /home/user/.trash/ File terhapus tapi belum keluar trash Empty trash via WHM
    Core dump /var/crash, /var/spool/abrt File core.* berukuran gede Hapus setelah dipastikan bukan masalah baru
    Session dan file kecil /home/user/tmp, /tmp Ribuan file kecil, inode mentok Bersihkan session expired

    Bersih-Bersih: Langkah Aman untuk Fix cPanel Disk Usage Warning

    Ini bagian yang kita tunggu. Tapi sebelum lanjut, baca ini dulu. Ada beberapa command di bawah yang ngehapus file secara permanen. Jangan pernah ngejalanin command hapus tanpa tau persis apa yang lagi dihapus. Kalau salah target, data client hilang, dan itu bukan error log yang bisa direcover.

    PERINGATAN KEAMANAN: Backup Sebelum Melanjutkan

    Sebelum menjalankan perintah hapus di bawah, pastikan kamu sudah:

    • Membuat backup penting yang dibutuhkan (terutama database dan public_html)
    • Mengecek isi target hapus dengan ls atau find terlebih dahulu
    • Mengonfirmasi bahwa target yang dihapus benar dan bukan data yang masih dipakai

    Perintah tanpa backup bisa menyebabkan data loss permanen.

    Bersihkan Backup Lama di /backup

    Folder /backup itu penyimpanan default backup cPanel level server. Kalau konfigurasi backup gak dirotate, folder ini bisa makan puluhan GB tanpa disadari. Cek dulu isinya:

    ls -lah /backup | tail -30

    Nah, kalau udah lihat dan yakin bahwa file backup yang mau dihapus memang udah lama dan gak dibutuhkan, baru hapus. Tampilkan dulu file backup yang umurnya di atas 30 hari dengan filter, biar gak salah target:

    find /backup -type f -mtime +30 -name "*.tar.gz" -ls

    Baris di atas cuma nampilin daftar file backup yang umurnya di atas 30 hari. Lihat dulu daftarnya. Kalau udah yakin, baru eksekusi hapus:

    find /backup -type f -mtime +30 -name "*.tar.gz" -delete

    Inget ya, jangan langsung rm tanpa verifikasi dulu. Ngerti kan kenapa. Backup yang masih fresh di bawah 30 hari tetep aman, dan yang perlu dipastikan: backup terbaru yang dijadikan acuan restore tetap ada.

    Truncate Log yang Gede

    Log yang paling sering jadi biang kerok adalah error_log Apache. File ini bisa tumbuh sampe puluhan GB kalau ada bot yang brute force terus-terusan. Letaknya di /usr/local/apache/logs/. Cek dulu:

    ls -lah /usr/local/apache/logs/error_log
    du -sh /usr/local/apache/logs/* | sort -rh | head

    Kalau ketemu yang gede, jangan dihapus langsung – log yang lagi dibuka proses Apache kadang gak bener-bener kehapus sampai service di-restart. Lebih aman pakai truncate, yang ngosongin isi file tapi ngejaga file-nya tetap ada:

    truncate -s 0 /usr/local/apache/logs/error_log

    Penting: truncate ini ngehapus isi log tanpa bisa kembali. Kalau kalian lagi investigasi serangan atau bug, salin dulu bagian log yang relevan ke file lain. Gak lucu kalau semalam lagi tracing brute force, terus besoknya log-nya udah kosong.

    Bersihkan Cache dan File Temp

    Cache WordPress di wp-content/cache dan cache plugin sering gak kebersihin. Di level sistem, folder /tmp dan /var/tmp juga sering penuh dengan file-file proses yang gak terpakai. Untuk cache WordPress per account:

    du -sh /home/client-a/public_html/wp-content/cache

    Kalau gede, hapus isinya via cPanel File Manager atau SSH. Untuk temp level sistem, cek umur filenya dulu:

    find /tmp -type f -mtime +7 -ls 2>/dev/null | head -20

    Itu nampilin file di /tmp yang umurnya di atas 7 hari. Kalau daftarnya masuk akal (file transient yang gak dipakai), baru ganti -ls jadi -delete:

    find /tmp -type f -mtime +7 -delete 2>/dev/null

    File /tmp itu hampir selalu aman dihapus karena sifatnya transient. Tapi tetep, pastikan gak ada proses penting yang lagi pake – session aktif masih dipakai, file install yang belum kelar, dan semacamnya.

    Rapikan Mailbox dan Trash

    Email adalah biang kerok yang sering banget dilupain. Satu client dengan attachment 10MB yang dikirim bolak-balik bisa bikin mailbox numpuk dalam hitungan bulan. Cek pemakaian mail per account:

    du -sh /home/*/mail 2>/dev/null | sort -rh | head -10

    Terus ada trash cPanel di /home/user/.trash/. Ini folder tempat file yang dihapus lewat File Manager sebelum dikosongin. Cek:

    du -sh /home/client-a/.trash
    find /home/client-a/.trash -type f | wc -l

    Kalau udah keburu banyak, kosongkan via WHM atau hapus file-nya setelah dipastikan gak ada yang perlu diselamatkan.

    Mencegah Biar Warning Gak Balik Lagi

    Bersih-bersih itu cuma setengah perang. Setengah lagi adalah mencegah biar gak balik lagi dalam dua minggu. Dari pengalamanku, inilah yang paling sering dilupain, dan itu sebabnya warning ini jadi cerita berulang.

    Pertama, atur rotasi backup. Kalau kalian pakai backup bawaan cPanel, set retensi-nya. Di WHM, Home > Backup > Backup Configuration, atau cek dokumentasi resminya di halaman backup cPanel. Jangan simpan 30 backup penuh kalau server-nya bukan cuma buat satu-dua client. Empat sampai tujuh backup udah lebih dari cukup buat kasus kebanyakan.

    Kedua, pasang cron job buat scan dan bersihin otomatis. Misalnya ngecek file di atas 1GB tiap minggu dan ngirim hasilnya ke email. Ini bukan beban buat server, kok – satu du run tiap minggu itu enteng banget. Yang penting tau duluan, sebelum client yang nelpon duluan.

    Ketiga, buat kebiasaan baca metrik. Kalau kalian pegang server production, cek df -h tiap pagi itu bukan kerjaan ekstra, itu rutinitas. Persis kayak ngecek oli mobil sebelum jalan jauh. Gak ada salahnya, dan bisa nyimpen malam yang gak enak.

    Pro tip dari pengalaman: kalau ada satu account yang naik disk-nya drastis dalam waktu seminggu, hampir selalu ada kejadian spesifik di belakangnya – bisa backup plugin yang nyala otomatis, log yang gak logrotate, atau file upload yang nyasar. Telusuri pakai tabel di atas, jangan langsung hapus sembarangan. Root cause yang ketemu itu artinya solusi yang awet.

    FAQ Seputar Fix cPanel Disk Usage Warning

    Q: Di persentase berapa cPanel mulai mengirim disk usage warning?

    Umumnya di 80% untuk partisi sistem dan 90% untuk quota per account, tapi ini bisa dikonfigurasi. Detail pengaturannya ada di WHM > Server Configuration > Tweak Settings, di bagian disk usage thresholds. Warning pertama biasanya cuma notifikasi, tapi kalau udah lewat 100%, account masuk kondisi over quota dan mulai gak bisa nulis file.

    Q: Kenapa angka disk usage di cPanel beda dengan hasil df -h?

    Karena sumber datanya beda. cPanel ngitung berdasarkan quota per account via kernel quota system, sedangkan df ngitung pemakaian partisi secara keseluruhan termasuk file sistem, log, dan home directory. Perbedaan bisa juga muncul kalau ada file yang dihapus tapi masih dibuka proses (file descriptor-nya ke-lock) – file kayak gini gak muncul di cPanel tapi tetep makan space di partisi.

    Q: Apakah aman menghapus file di folder backup?

    Folder backup itu isinya hasil backup, bukan file asli. Jadi menghapus backup lama itu aman selama kamu yakin backup yang masih dipakai itu valid dan bisa dipulihin. Tapi jangan pernah menghapus backup tanpa ngecek dulu: pastikan backup terbaru berhasil dibuat dan restore test-nya jalan. Backup yang gak pernah ditest itu bukan backup, cuma harapan.

    Q: Bisa nggak disk usage warning cPanel dimatikan?

    Bisa, lewat WHM Tweak Settings, tapi aku saranin jangan. Warning itu bisa jadi satu-satunya alarm yang ngasih tau disk kalian mau full. Lebih baik set threshold-nya di angka yang masuk akal (misal 85%) dan bikin proses penanganannya: siapa yang nerima email, kapan harus ngecek, dan gimana prosedur bersih-bersihnya. Matiin alarm itu bukan nyelesain masalah, cuma nunda.

    Q: Bagaimana cara nambah kuota disk untuk account tertentu?

    Di WHM, buka Home > Account Functions > Quota Modification, pilih account-nya, terus set kuota baru. Tapi inget – nambah kuota cuma nunda masalah kalau biang keroknya gak dibersihin. Tambah kuota dulu kalau memang kebutuhan legit (misal client mulai banyak file produk), tapi tetep rapiin penyebab penuhnya. Kalau enggak, besok kuota baru, warning baru lagi.

    Artikel Terkait

    Kalau udah kelar sama disk, masih ada topik tetangganya yang sering nyambung:

    Kesimpulan: Jangan Ulang Kesalahan yang Sama

    Jadi begini kesimpulannya. cPanel disk usage warning itu bukan musuh – dia alarm yang lagi minta dibenerin. Masalah dimulai pas alarm itu di-ignore, dan dari sana semuanya bisa berantakan: email stuck, MySQL gak bisa nulis, backup gagal, dan paling parah server down pas jam sibuk.

    Cara fix cPanel disk usage warning yang bener ada tiga lapis: konfirmasi dulu kondisinya (df, quota, du), bersihin biang keroknya (backup, log, cache, email, trash), terus pasang pencegahan biar gak balik lagi (rotasi backup, cron monitoring, rutinitas cek). Tiga lapis itu, kalau dilakukan dengan sabar, bikin warning ini gak bakal mampir lagi.

    Tolong ya, jangan nge-ignore email warning kayak gini. Pelajarin command-command di atas, save artikel ini, dan praktekin. Aku udah capek lihat kasus yang sama berulang-ulang, dan aku yakin kalian juga gak mau ngalamin versi parahnya. Take it seriously.

    Author: Syslog Solutions – NOC & Server Management Team. We handle 500+ servers daily, from shared hosting to enterprise dedicated infrastructure.